Kamis, 04 Oktober 2012

Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran


Strategi pembelajaran pada dasarnya adalah suatu siasat yang digunakan guru untuk mengantarkan materi kepada peserta didik dengan tujuan materi yang akan disampaikan akan mudah diterima, dipahami dan akan terus melekat pada peserta didik. Untuk mewujudkanya, maka proses belajar mengajar hendaknya lebih mengajak siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku melalui interaksi antara individu dan lingkunganya ( Oemar Hamalik, 1991 : 4 ).
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan peserta didik ( Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2002 : 1 ).
Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli mengenai belajar, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku dalam kegiatan yang bernilai edukatif, antara guru dengan peserta didik.
Agar kegiatan belajar mengajar lebih optimal serta dapat melibatkan siswa berperan aktif didalamnya maka seorang guru perlu menggunakan strategi yang tepat dalam setiap proses pembelajaran.
Banyak pendapat para ahli yang mendefinisikan strategi belajar mengajar dengan berbagai istilah dan pengertian yang berbeda seperti pendapat T Rakajoni, yang dikutip oleh Sunhaji (2009 : 3) Strategi belajar mengajar sebagai pola umum pembuatan guru-murid di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajajar.
Joyce dan Weill mengatakan bahwa strategi belajar mengajar sebagai model-model mengajar.
Strategi Pembelajaran diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2002 : 5)
Strategi belajar-mengajar adalah pola umum pembuatan guru-murid di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Pengertian Strategi dalam hal ini menunjuk pada karakteristik abstrak dari rentetan perbuatan guru-murid dalam peristiwa belajar mengajar ( JJ Hasibuan dan Moedjiono, 1993 : 3).
Dari pengertian beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menggunakan teknik atau cara dalam interaksinya dengan peserta didik untuk mencapai  tujuan pembelajaran.
1.      Jenis-jenis Strategi Pembelajaran.
Menurut Rowntree dalam Sanjaya (2006), jenis strategi pembelajaran ada tiga kelompok besar, pertama Expocitory Discovery Leaning (Strategi Penyampaian Penemuan), yang kedua Group-Individual Learning ( Strategi Pembelajaran Individual-Kelompok) dan stretegi Pembelajaran Aktif.
1.      Strategi Pembelajaran Expositori (SPE)
Strategi Pembelajaran Expositori menurut Sanjaya, merupakan stretegi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari guru kepada siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi secara optimal.
Langkah-langkah penggunaan Strategi Pembelajaran Expositori yaitu Persiapan, penyajian, menghubungkan, menyimpulkan atau menggenaralisasikan dan penerapan.
2.      Strategi Pembelajaran Inkuuiri ( SPI )
Strategi pembelajaran ini menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari masalah yang dipertanyakan.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
a)      Orientasi ; yaitu suatu rangsangan guru terhadap siswa untuk berfikir memecahkan suatu masalah.
b)      Mengajukan hipotesis.
c)      Mengumpulkan data.
d)     Menguji hipotesis dan
e)      Kesimpulan.
3.      Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)
Strategi ini adalah rangkaian aktivitas [embelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.
Langkah-langkah penerapanya sebagai berikut :
a)      Merumuskan masalah
b)      Menganalisis masalah
c)      Merumuskan hipotesis
d)     Mengumpulkan data
e)      Pengujian hipotesis
f)       Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah.
4.      Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB)
Strategi ini adalah model pembelajaran yang bertumpu pada proses perbaikan dan peningkatan kemampuan berfikir siswa.
Langkah-langkah penerapanya sebagai berikut :
a)      Orientasi (mengkondisikan situasi). Dalam hal ini yang dilakukan oleh guru adalah menjelaskan pada siswa tentang tujuan pembelajaran dan proses pembelajaran yang harus dilakukan oleh siswa.
b)      Peacakan ; yaitu penjajagan kemampuan dasar siswa
c)      Konfrontasi ; penyajian masalah yang harus diselesaikkan oleh siswa sesuai kemampuan dan pengalaman siswa.
d)     Inkuiri ; berfikir untuk menyelesaikan masalah
e)      Akomodasi atau penetapan hasil belajar ; tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan
f)       Transfer ; tahapan penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan.
5.      Strategi Pembelajaran kooperatif (SPK)
Startegi ini adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Langkah-lanhkah penerapanya sebagai berikut :
a)      Penjelasan materi
b)      Belajar dalam kelompok
c)      Penilaian dan
d)     Pengakuan tim.
6.      Strategi Pembelajaran Kontektual (CTL)
Stertegi Pembelajaran Kontektual adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkan dalam kehidupan mereka.
Secara garis besar langkah-langkah strategi ini yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. (Umi Zulfa, 2009 : 84)
Adapun macam-macam strategi pembelajaran aktif menurut Hisyam Zaini, dkk ( 2008 ) adalah sebagai berikut :
a.       Critical Incident (pengalaman Penting)
Strategi ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran. Tujuanya adalah untuk melibatkan peserta didik sejak awal dengan melihat pengalaman mereka.
Langkah-langkah :
1)        Sampaikan topik atau materi
2)        Beri kesempatan bebrapa menit pada peserta didik untuk mengingat-ingat pengalaman mereka yang berkaitan dengan topik atau materi.
3)        Tanyakan pengalaman yang menurut mereka tidak terlupakan.
4)        Sampaikan materi dengan mengaitkan pengalaman peserta didik dengan materi yang akan disampaikan.
( Hisyam zaini dkk, 2008 : 2 )
b.      Active Knowladge Sharing ( Saling Tukar Pengetahuan )
Strategi ini dapat digunakan untuk melihat kemampuan peserta didik, disamping untuk membentuk kerja sama tim.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Buatlah pertanyaan yang berkaitan dengan materi.
2)      Minta peserta didik untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
3)      Minta peserta didik untuk berkeliling mencari teman yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui dan diragukanya.
4)      Minta peserta didik untuk kembali ke tempat duduk kemudian periksa jawaban mereka. Jawablah pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh peserta didik. ( Hisyam Zaini dkk, 2008 : 23 )
c.       True or False  ( Benar atau Salah ).
Strategi ini merupakan aktifitas kolaboratif yang dapat mangajak peserta didik aktif dalam materi segera. Strategi ini menumbuhkan kerja sama tim, berbagi pengetahuan dan belajar secara bertanggung jawab.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Buatlah list pernyataan yang berkaitan dengan materi, separonya benar dan separonya salah. Tulislah masing masing pertanyaan pada selembar kertas yang berbeda, pastikan bahwa pernyataan dibuat sesuai dengan jumlah peserta didik yang ada.
2)      Beri setiap peserta didik satu kertas kemudian mereka diminta untuk mengidentifikasi mana  yang benar dan mana yang salah.
3)      Jika proses ini selesai, bacalah masing-masing pertanyaan dan mintalah jawaban dari pernyataan tersebut benar atau salah.
4)      Beri masukan untuk setiap jawaban, sampaikan cara kerja peserta didik adalah bekerja bersama dalam tugas.
5)      Tekankan bahwa kerja sama yang sportif akan sangat membantu kelaskarena ini adalah metode belajar aktif. ( Hisyam Zaini dkk, 2008 : 25 )
d.      Guided Not taking ( Catatan Terbimbing ).
Strategi ini dapat membantu peserta didik membuat catatan-catatan ketika guru menyampaikan pelajaran.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Beri peserta didik paduan yang berisi ringkasan poin-poin utama dari materi pelajaran yang akan disampaikan dengan metode ceramah.
2)      Kosongkan sebagian poin-poin yang penting sehingga akan terdapat ruang-ruang kosong dalam catatan tersebut.
3)      Bagikan bahan ajar yang dibuat guru , jelaskan bahwa bacaan tersebut sengaja dibuat kosong agar peserta didik dapat berkonsentrasi mendengarkan pelajaran yang akan disampaikan.
4)      Setelah selesai menyampaikan materi , mintalah peserta didik membacakan catatan-catatanya.
5)      Berikan klarifikasi ( Hisyam zaini dkk, 2008 : 34 ).
e.       Card Sort ( Sortir Kartu ).
Strategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang obyek atau mereview informasi.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Setiap peserta didik diberi potongan kertas yang berisi informasi tentang materi yang mencakup satu atau lebih kategori.
2)      Mintalah perserta didik untuk berkeliling dalam kelas untuk menemukan kategori yang sama.
3)      Peserta didik dengan kategori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing dalam kelas.
4)      Seiring dengan pressentasi dari tiap-tiap kategori tersebut, berikan poin-poin penting terkait mata pelajaran. ( Hisyam Zaini dkk, 2008 : 51 )
f.       The Power of Two ( kekuatan Dua Kepala ).
Aktifitas pembelajaran ini digunakan untuk mendorong pembelajaran cooperatif dan memperkuat arti penting manfaat sinergi dua orang. Strategi ini mempunyai prinsip bahwa berfikir berdua jauh lebih baik dari pada berpikir sendiri.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Ajukan satu atau lebih pertanyaan yang menuntut perenungan atau pemikiran.
2)      Peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara individual.
3)      Setelah semua peserta didik menjawab dengan lengkap semua pertanyaan, mintalah mereka untuk berpasangan dan saling bertukar jawaban dan saling membahasnya.
4)      Mintalah pasangan-pasangan tersebut membuat jawaban untuk setiap pertanyaan, sekaligus memperbaiki jawaban individual mereka.
5)      Ketika semua pasangan telah menulis jawaban-jawaban baru bandingkan jawaban setiap pasangagn dalam kelas. ( Hisyam Zaini dkk, 2008 : 53).
g.      Everyone is s teacher here ( Semua Bisa ja#di Guru )
Strategi ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menjadi guru bagi kawan-kawanya.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Bagikan secarik kertas/indeks kepada  seluruh peserta didik, mintalah mereka untuk menulis pertanyaan yang berkaitan tentang materi.
2)      Kumpulkan kertas, kemudian acak kertas tersebut dan bagikan pada pseserta didik. Pastikan bahwa tidak ada peseerta didik yang mendapat pertanyaan yang ditulisnya sendiri.
3)      Mintalah peserrta didik secara sukarela untuk membacakan pertanyaan dan menjawabnya.
4)      Setelah jawaban diberikan mintalah peserrta didik yang lain untuk menambahkan.
5)      Lanjutkan denggan sukarelawan berikutnya ( Hisyam zaini dkk, 2008 : 60 ).
h.      Index Card Match ( mencari Pasangan ).
Strategi ini digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta didik yang ada dalam kelas.
2)      Bagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.
3)      Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diajarkan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kerrtas berisi satu pertanyaan.
4)      Pada separo kertas yang lain tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat.
5)      Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.
6)      Beri setiap peserta didik satu kerrtas. Jelaskan bahwa ini adalah aktifitas yang dilakukan berpasangan, separo peseta didik akan mendapat soal dan separo peserta didik akan mendapat jawaban
7)      Minta peserta didik untuk menemukan pasangan mereka, peserta didik yang sudah menemukan pasanganya minta untuk duduk berdekatan.
8)      Setelah semua peserta didik menemukan pasanganya, minta mereka untuk membacakan soal dan jawabanya.
9)      Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan ( Hasyim Zaini dkk, 2008 : 69 ).
i.        Crossword Puzzle ( teka-Teki Silang )
Teka teki dapat digunakan menjadi strategi pembelajaran yang baik dan menyenagkan tanpa mengurangi esensi belajar yang sedang berlangsung.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Tulis kata-kata kunci yang berkaitan dengan matei yang telah diajarkan.
2)      Buatlah kisi-kisi yang dapat diisi dengan kata-kata yang telah dipilih (seperti dalam teka teki silang ) hitamkan bagian yang tidak diperlukan.
3)      Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang jawabanya adalah kata-kata yang telah dibuat.
4)      Bagikan teka-teki kepada peserta didik.
5)      Batasi waktu mengerjakan.
6)      Beri hadiah pada individu/kelompok yang dapat mengarjakan dengan cepat dan benar ( Hasyim zaini dkk, 2008 : 71 ).
j.        Practice Rehearsal Pairs ( Praktek Berpasangan ).
Strategi sederhana yang adapat digunakan untuk mempraktekan suatu keterampilan atau prosedur dengan teman belajar. Tujuanya adalah untuk meyakinkan masing-masing pasangan dapat melakukan keteampilan dengan benar.
Langkah-langkah aplikatif :
1)      Pilih satu keterampilan yang akan dipelajari oleh peserta didik.
2)      Bentuklah pasangan-pasangan, dalam setiap pasangan buat dua peran yaitu a. penjelas atau pendemontrasi , b. penggerak.
3)      Penjelas menjelaskan sedangkan penggerak mempraktikan
4)      Pasangan bertukar peran.
5)      Proses diteruskan sampai semua keterampilan dapat dikuasai.( Hasyim Zaini dkk, 2008 : 81 ).

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar